Loading Now
×

Meriahkan HUT KLU ke-18, Festival Sate Tanjung Resmi Dibuka dengan Tagline “Setusuk Sate, Sejuta Rasa”

Meriahkan HUT KLU ke-18, Festival Sate Tanjung Resmi Dibuka dengan Tagline “Setusuk Sate, Sejuta Rasa”

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 yang dirangkaikan dengan pembukaan Bulan Kebudayaan Daerah Tahun 2026 di Alun-alun Tanjung pada 2 juli 2026. Pembukaan pesta rakyat ini ditandai dengan penyelenggaraan Festival Sate Tanjung yang mengusung slogan Setusuk Sate, Sejuta Rasa sebagai bentuk apresiasi terhadap kuliner khas daerah.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., meresmikan langsung kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK Hj. Rohani Najmul Akhyar, Ketua GOW RR Pungki Kusmalahdi, serta para tokoh masyarakat. Pembukaan festival ini sekaligus menjadi tonggak awal rangkaian agenda kebudayaan selama satu bulan penuh di seluruh wilayah Lombok Utara.

Dalam arahannya, Bupati Najmul menegaskan bahwa Festival Sate Tanjung bukan sekadar ajang pesta kuliner biasa, melainkan langkah strategis pemerintah daerah dalam melindungi identitas kebudayaan lokal. Ia mengingatkan bahwa Sate Tanjung telah resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda yang dilindungi oleh undang-undang.

Penegasan status hukum tersebut krusial untuk mencegah klaim sepihak dari daerah lain atas warisan leluhur Lombok Utara. Melalui perlindungan HKI, kepemilikan komunal masyarakat Lombok Utara atas resep dan cita rasa khas Sate Tanjung kini berada di bawah payung hukum yang sah dan mengikat secara nasional.

Guna memperluas dampak ekonominya, Bupati Najmul mengusulkan agar Sate Tanjung terintegrasi ke dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pelibatan kuliner lokal berprotein tinggi dalam menu MBG akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi para perajin sate sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah.

Bupati juga menekankan komitmennya untuk menghadirkan perayaan HUT KLU ke-18 yang lebih inklusif dan merata hingga ke lapisan bawah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang menyasar lima kecamatan secara bergiliran, yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Bayan, dan Kayangan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, M. Najib, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bulan Kebudayaan Daerah 2026 merupakan bentuk perluasan dari Pekan Kebudayaan Daerah sebelumnya. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan pemajuan kebudayaan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan pesisir.

M. Najib menambahkan, pelaksanaan Bulan Kebudayaan ini berpedoman pada amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pada tahun 2026, fokus utama pemajuan kebudayaan diarahkan pada perlindungan dan pemanfaatan pengetahuan tradisional, khususnya kuliner khas daerah yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi tinggi.

Selain Festival Sate Tanjung, rangkaian Bulan Kebudayaan 2026 diramaikan oleh beragam agenda budaya di lima kecamatan. Rangkaian tersebut meliputi Open Tournament Gasing di Gangga, Lomba Karaoke Lagu Sasak Dayan Gunung di Pemenang, Perang Bintang Peresean di Bayan, serta Pentas Seni yang digelar di Kayangan dan Tanjung.

Pemerintah Daerah berharap sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Melalui perayaan budaya yang terstruktur, Lombok Utara optimistis dapat memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page