

Semarak Festival Malaka 2026, Bupati Najmul Dorong Desa Wisata Bahari
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menghadiri pembukaan Festival Malaka ke-4 yang digelar di pesisir Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Sabtu (15/8/2026). Perhelatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Lombok Utara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si.
Agenda budaya pesisir ini turut dihadiri Ketua TP PKK KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar, perwakilan Forkopimda KLU, Camat Pemenang Suhadman, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU Budiawan, S.H., Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan, Ketua Panitia Muhammad Abid Al-Jabiri Adnan, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.
Mewakili Gubernur, Kadisbud NTB Muhamad Ihwan menyampaikan filosofi mendalam mengenai semangat mengisi kemerdekaan melalui metafora pelayaran bahari. Ia menegaskan bahwa kendati angin perubahan tak selalu bisa diatur, arah layar masa depan bangsa berada di tangan generasi penerus. Dalam konteks ini, Lombok Utara bersama Bayan, Kota Tua Ampenan, dan Rinjani resmi dikunci sebagai pilar utama pengembangan kebudayaan di NTB bagian barat.
“Di Indonesia hanya ada lima provinsi yang memiliki Dinas Kebudayaan berdiri sendiri, dan NTB adalah salah satunya. Ini bukti komitmen kita dalam memitigasi risiko hilangnya jati diri bangsa. Tanpa kompas kebudayaan dan jati diri yang kuat, kita tidak akan tahu ke mana arah bangsa ini harus berlayar,” tegas Ihwan mengapresiasi komitmen KLU.
Sementara itu, Bupati Najmul Akhyar memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemerintah Desa Malaka menggelar festival perahu layar empat tahun berturut-turut. Najmul menekankan bahwa Desa Malaka tidak boleh hanya dipandang sebagai kawasan penyangga (buffer zone) pariwisata Tiga Gili, melainkan sebuah entitas destinasi desa wisata mandiri berbasis kearifan lokal.
“Desa Malaka adalah contoh nyata bagaimana aktivitas keseharian warga di tepi pantai dikemas menjadi atraksi wisata yang berdaya saing. Apa yang dilakukan Desa Malaka hari ini adalah percontohan (benchmark) yang sangat baik dan patut direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Lombok Utara,” ujar Najmul mendorong para kepala desa yang hadir.
Dari kacamata Pemerintah Desa, Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan menjelaskan bahwa festival lomba perahu layar tradisional bukan sekadar agenda hiburan atau seremonial tahunan. Event ini difungsikan sebagai wadah ketahanan budaya masyarakat pesisir sekaligus instrumen promosi organik untuk menggerakkan roda ekonomi UMKM dan pelaku jasa pariwisata lokal.
Momentum festival tersebut juga dimanfaatkan oleh pemuda lokal untuk menyuarakan aspirasi pembangunan daerah. Ketua Panitia Muhammad Abid Al-Jabiri Adnan secara terbuka mengusulkan pemekaran Desa Malaka kepada Bupati KLU. Dengan jumlah populasi melampaui 10.000 jiwa dan tantangan geografis perbukitan yang membatasi aksesibilitas warga, pemekaran dinilai sebagai solusi realistis untuk mendekatkan pelayanan publik.
Abid menambahkan bahwa pemuda Desa Malaka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi berkomitmen penuh untuk kembali dan membangun daerah asal. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal sangat dibutuhkan agar Pesisir Malaka mampu mentransformasikan warganya menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul.
Penyelenggaraan Festival Malaka ke-4 di Pantai Pandanan ini membuktikan sinergi yang solid antara Pemprov NTB, Pemkab KLU, pemerintah desa, dan generasi muda. Event ini memperkokoh posisi Lombok Utara sebagai kawasan destinasi wisata bahari yang tidak hanya menjual keindahan alam, melainkan juga memelihara akar kebudayaan dan aspirasi kemajuan warganya.(r15)
Share this content:

















