Loading Now
×

Wabup Kus Tutup Pelatihan Hilirisasi Produk Olahan Mete, Dorong UMKM KLU Terus Berinovasi

Wabup Kus Tutup Pelatihan Hilirisasi Produk Olahan Mete, Dorong UMKM KLU Terus Berinovasi

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., secara resmi menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Hilirisasi Produk Olahan Mete di Sunset Spring Beach Retreat, Jumat (31/7/2026). Agenda strategis berbasis penguatan UMKM ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa Kabupaten Lombok Utara memiliki limpahan potensi hasil pertanian dan perkebunan—seperti mete, jagung, kakao, hingga kopi—yang membutuhkan sentuhan inovasi nilai tambah (value-added) agar mampu mendongkrak pendapatan masyarakat secara signifikan.

Guna memaksimalkan nilai ekonomi komoditas lokal, Wabup mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular atau pemanfaatan produk tanpa sisa (zero waste). Menurutnya, proses hilirisasi tidak boleh berhenti pada bulir mete semata, melainkan harus mengeksplorasi potensi limbah hasil pengolahan mete agar menjadi produk turunan bernilai jual baru.

“Semua limbah yang dihasilkan dari pengolahan kacang mete harus bisa dimanfaatkan secara optimal. Jika hasil pertanian kita seperti jagung, kakao, dan kopi yang tumbuh subur ini dikelola dari hulu ke hilir, pendapatan petani dan pelaku usaha pasti terangkat,” tegas Kusmalahadi di hadapan para peserta.

Pelatihan ini memfokuskan sasaran pada para pelaku UMKM dari dua wilayah potensial, yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Tanjung. Wabup berpesan agar seluruh materi teknis yang telah diserap selama bimbingan dapat diimplementasikan secara konsisten dan sungguh-sungguh di unit usaha masing-masing pascapelatihan.

“Pelatihan seperti ini merupakan momentum langka yang tidak selalu datang berulang. Saya minta para peserta sungguh-sungguh menerapkannya di rumah. Jika usaha mete ini berkembang dan naik kelas, dampaknya bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” imbuhnya.

Selain keterampilan mengolah bahan baku, Wabup mendorong pelaku usaha lokal untuk adaptif terhadap transformasi digital dengan aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia menegaskan bahwa program hilirisasi komoditas ini merupakan langkah konkrit dan wujud nyata Pemkab KLU dalam mengintervensi serta menurunkan angka kemiskinan daerah.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag KLU, H. Haris Nurdin, S.Sos., melaporkan bahwa Bimtek yang berlangsung selama empat hari (28–31 Juli 2026) ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM terpilih. Selama pelatihan, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk mempraktikkan langsung teknik pengolahan standar industri jasa boga.

Haris menambahkan, guna memastikan keberlanjutan usaha (business sustainability) para alumni pelatihan, Pemkab KLU tidak sekadar memberikan teori dan praktik. Setiap peserta juga dibekali bantuan unit peralatan pengolahan kacang mete sebagai modal awal modernisasi produksi di tingkat rumah tangga.

Penutupan Bimtek tersebut turut dihadiri Kabag Ekonomi dan SDA Setda KLU Laela Sukati, S.Pt., M.M., Ketua APJI NTB Wagini, serta jajaran pejabat Pemkab KLU. Sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, dan pelaku UMKM ini diharapkan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan lokal di Lombok Utara.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page