POPKAB KECAMATAN KAYANGAN, DI PUSATKAN DI LAPANGAN DESA SESAIT KECAMATAN KAYANGAN
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lombok Utara 2026 menjadi ajang unjuk gigi bagi ribuan talenta muda di Bumi Tioq Tata Tunaq. Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGOR) Kecamatan Kayangan, Herli Aprizal, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini dirancang untuk menjaring bibit unggul secara masif dan terstruktur.
Menurut Herli, proses seleksi tingkat kabupaten merupakan muara dari kompetisi panjang yang telah berjalan selama lebih dari satu bulan. Sebelum melaju ke tingkat kabupaten, para atlet harus bersaing ketat di masing-masing kecamatan, mulai dari Bayan hingga Pemenang.
“Prosesnya sudah hampir satu bulan lebih karena kami menjalankan kompetisi di masing-masing kecamatan terlebih dahulu. Setelah mendapatkan juara, barulah kita fokuskan finalnya di Lapangan Gondang ini,” ujar Herli Aprizal dalam sesi wawancara di sela kegiatan.
Skala partisipasi dalam POPKAB 2026 ini tergolong sangat besar. Herli memperkirakan setiap kecamatan melibatkan lebih dari 500 siswa sebagai peserta seleksi awal di tingkat bawah.
Namun, untuk menjaga kualitas kompetisi di tingkat kabupaten, panitia hanya memberlakukan kuota terbatas bagi para pemenang. Tercatat hampir 300 atlet pilihan dari seluruh jenjang pendidikan kini bersaing di tingkat daerah.
Untuk cabang olahraga atletik dan pencak silat, masing-masing kecamatan mengirimkan dua perwakilan putra dan dua perwakilan putri. Sementara untuk sepak bola, setiap jenjang sekolah (SD, SMP, SMA) diwakili oleh satu tim terbaik per kecamatan.
Khusus di Kecamatan Kayangan, pelaksanaan seleksi dipusatkan di Lapangan Merenten Sesait. Kegiatan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai tanggal 16 hingga 18 April, dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi.
Data partisipasi menunjukkan rincian yang cukup detail. Untuk tingkat SD di Kayangan saja, tercatat kurang lebih 100 siswa berpartisipasi di cabor atletik, diikuti 60 siswa tingkat SMP, dan 15 siswa tingkat SMA.
Cabor atletik sendiri mempertandingkan nomor lari jarak pendek dengan klasifikasi jarak yang disesuaikan usia: 60 meter untuk tingkat SD, serta 80 meter untuk jenjang SMP dan SMA.
Salah satu inovasi menarik dalam POPKAB tahun ini adalah kebijakan penyerahan hadiah secara langsung setelah laga final usai. Strategi ini diambil untuk menjaga psikologi dan semangat juang para atlet muda.
Herli menjelaskan bahwa panitia tidak ingin menunda euforia juara hingga penutupan seluruh cabor. Dengan memberikan medali atau trofi sesaat setelah menang, kebanggaan siswa akan jauh lebih terasa.
“Kami ingin menjaga euforia mereka. Kalau hadiahnya diberikan nanti bersamaan dengan cabor lain yang masih lama, semangat juangnya bisa menurun. Begitu juara, langsung kita berikan hadiahnya di tempat,” tegas Herli.
Dinamika pelaksanaan di tingkat kabupaten tercatat memakan waktu sekitar delapan hari secara kumulatif. Jadwal disusun secara estafet mulai dari cabor atletik, dilanjutkan sepak bola, dan ditutup dengan pencak silat.
Sesuai jadwal, cabor pencak silat akan menjadi penutup rangkaian kompetisi. Pertandingan seni bela diri ini dijadwalkan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 28 April mendatang.
Pemilihan Gedung DPRD sebagai lokasi pencak silat menunjukkan apresiasi pemerintah daerah terhadap olahraga prestasi, dengan memberikan fasilitas representatif bagi para atlet pelajar.
Herli juga mengonfirmasi prestasi SMAN 1 Tanjung yang tampil dominan dalam ajang sepak bola. Sekolah tersebut sukses mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang trofi di posisi puncak.
Efisiensi waktu menjadi catatan penting dalam POPKAB kali ini. Meskipun proses di tingkat kecamatan memakan waktu 10 hingga 12 hari, panitia mampu merampungkan tiga cabor inti di tingkat kabupaten hanya dalam waktu satu minggu.
Koordinasi antar-KKGOR di lima kecamatan menjadi kunci kelancaran distribusi atlet menuju Lapangan Gondang yang menjadi pusat konsentrasi pertandingan final.
Harapannya, melalui sistem seleksi yang ketat dan transparan sejak tingkat kecamatan ini, Kabupaten Lombok Utara memiliki basis data atlet yang kuat untuk menghadapi kompetisi di tingkat provinsi (POPPROV).
Ketua KKGOR Kayangan ini menutup keterangannya dengan optimisme bahwa talenta-talenta dari pelosok desa di Lombok Utara mampu bersaing secara sportif dan profesional di masa depan.(r15)
Share this content:



