Loading Now
×

Sukses Gelar POPKAB 2026, KLU Jaring Ratusan Atlet Pelajar dan Wadahi Atlet Disabilitas

Sukses Gelar POPKAB 2026, KLU Jaring Ratusan Atlet Pelajar dan Wadahi Atlet Disabilitas

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) 2026. Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mencari bibit unggul di bidang olahraga sejak dini.

Ketua KKGOR Kecamatan Kayangan, Herli Aprizal, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini mengedepankan efisiensi dan transparansi. Kompetisi diawali dengan seleksi ketat di lima kecamatan (Bayan, Gangga, Kayangan, Tanjung, dan Pemenang) selama lebih dari satu bulan.

Proses panjang tersebut kemudian dikerucutkan pada tingkat kabupaten yang dipusatkan di dua lokasi utama. Untuk seleksi wilayah Kayangan, kegiatan difokuskan di Lapangan Merenten Sesait, sementara babak final kabupaten dipusatkan di Lapangan Gondang dan Gedung DPRD KLU.

“Kami ingin memastikan proses seleksi berjalan objektif. Di tingkat kecamatan, antusiasme sangat luar biasa, mencapai lebih dari 500 peserta per kecamatan, sebelum akhirnya kita bawa para juara ke tingkat kabupaten,” ujar Herli.

Tiga cabang olahraga (cabor) utama yang menjadi sorotan adalah Atletik, Pencak Silat, dan Sepak Bola. Khusus untuk atletik, kategori lomba dibedakan berdasarkan jenjang: lari 60 meter untuk SD, serta 80 meter untuk jenjang SMP dan SMA.

Data partisipasi menunjukkan angka yang signifikan. Di jenjang atletik saja, tercatat kurang lebih 100 siswa SD, 60 siswa SMP, dan 15 siswa SMA turut berkompetisi. Hal ini mencerminkan tingginya minat olahraga di kalangan pelajar KLU.

Mekanisme pengiriman atlet pun diatur secara ketat. Untuk cabor atletik dan pencak silat, setiap kecamatan mengirimkan dua putra dan dua putri terbaik. Sedangkan untuk sepak bola, diwakili oleh satu tim per jenjang sekolah.

Salah satu terobosan unik dalam POPKAB kali ini adalah penerapan sistem “Hadiah Langsung”. Panitia memilih memberikan trofi dan penghargaan sesaat setelah pertandingan final usai, tanpa menunggu penutupan seluruh rangkaian cabor.

“Kami ingin menjaga euforia juara tetap terasa. Jika hadiah ditunda hingga semua cabor selesai, momentum kegembiraan dan semangatnya bisa berkurang. Ini cara kami menjaga mentalitas juara para siswa,” tegas Herli.

Selain prestasi reguler, POPKAB 2026 di Lombok Utara mencatatkan sejarah dengan hadirnya kompetisi inklusif bagi atlet disabilitas melalui National Paralympic Committee (NPC).

Langkah ini diapresiasi luas karena panitia tetap memberikan ruang meskipun di tengah keterbatasan anggaran khusus. Sebanyak 45 atlet disabilitas dari berbagai kalangan turut memeriahkan lomba atletik, lempar, lari, hingga lembing.

Kompetisi khusus NPC ini dilaksanakan selama satu hari penuh di Kecamatan Kayangan. Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat olahraga di Lombok Utara milik semua orang tanpa terkecuali.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikbudpora KLU, Murahadi, memantau langsung jalannya transisi kompetisi dari tingkat kecamatan ke kabupaten yang secara total memakan waktu efektif sekitar delapan hari.

Jadwal pertandingan disusun secara maraton, dimulai dari atletik pada hari Kamis, dilanjutkan sepak bola SD hingga SMP pada Sabtu, dan diakhiri dengan final jenjang SMA pada hari Senin.

Penutupan rangkaian POPKAB dijadwalkan pada 28 April 2026, dengan mempertandingkan cabor Pencak Silat yang bertempat di lokasi prestisius, yakni Gedung DPRD Kabupaten Lombok Utara.

Pencapaian sekolah-sekolah di wilayah Tanjung juga menjadi catatan penting, di mana SMAN 1 Tanjung berhasil menunjukkan dominasinya dengan meraih posisi Juara dalam kompetisi sepak bola.

Secara akumulatif, terdapat hampir 300 atlet yang bertanding di tingkat kabupaten. Angka ini merupakan hasil penyaringan dari ribuan siswa yang mengikuti kualifikasi di tingkat dasar (kecamatan).

Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara panitia kabupaten dengan pengurus KKGOR di tiap wilayah, memastikan logistik dan teknis pertandingan berjalan tanpa kendala berarti.

Inisiatif untuk mewadahi atlet NPC secara mandiri diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus di masa mendatang, demi mendukung kesetaraan dalam prestasi olahraga.

Dengan tuntasnya gelaran ini, Kabupaten Lombok Utara kini memiliki daftar atlet potensial yang siap dibina lebih lanjut untuk mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page